Merawat Demokrasi Lewat Budaya, Haidir Paparkan Kearifan Lokal di 'Bawaslu Membelajarkan Vol 2'
|
Putussibau, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kapuas Hulu. – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kapuas Hulu, Haidir, S.Pd.I., membawakan materi utama mengenai "Memperkuat Demokrasi Lewat Kearifan Lokal" dalam kegiatan edukasi publik "Bawaslu Membelajarkan Vol 2" yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi dari ruang media center Bawaslu Kapuas Hulu, Kamis (3/9/2026), guna mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam strategi pencegahan pelanggaran pemilu serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.
Pelaksanaan sosialisasi berbasis kultural ini memegang peranan krusial sebagai jembatan komunikasi antara lembaga pengawas pemilu dan masyarakat luas agar pesan-pesan demokrasi dapat diterima dengan lebih dekat, hangat, dan mudah dipahami. Di tengah tantangan modernisasi dan dinamika sosial yang kian kompleks, pemaparan ini dikemas secara menarik agar substansi pengawasan partisipatif berbasis kearifan lokal dapat menggaet minat berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Langkah inovatif ini membawa dampak langsung bagi masyarakat, di mana pendekatan budaya mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dari akar rumput untuk bersama-sama menjaga integritas pemilu dan menolak praktik politik uang di Bumi Uncak Kapuas.
Dalam pemaparannya, Haidir mengupas tuntas bagaimana tradisi serta nilai kebersamaan masyarakat lokal dapat dijadikan instrumen ampuh dalam meredam potensi konflik serta kerawanan pemilu. Diskusi digital ini juga membuka ruang interaktif bagi para penonton di dunia maya untuk menyampaikan gagasan serta berdialog langsung mengenai pentingnya pelibatan tokoh adat dan komunitas budaya dalam pengawasan partisipatif.
Menyoroti pentingnya pendekatan kultural tersebut, Haidir menegaskan bahwa demokrasi yang kokoh harus berakar kuat pada identitas dan nilai luhur masyarakat setempat. "Kearifan lokal adalah benteng pertahanan terbaik kita dalam merawat demokrasi dari tingkat desa hingga perkotaan. Melalui forum 'Bawaslu Membelajarkan Vol 2' ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat dan generasi muda untuk menjadikan budaya musyawarah serta semangat kebersamaan lokal sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan pengawasan pemilu yang damai, bersih, dan berintegritas," ujar Haidir penuh semangat.
Rangkaian kegiatan diskusi virtual tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta evaluasi program bersama seluruh staf sekretariat. Melalui konsistensi penyebarluasan edukasi publik berwawasan budaya ini, Bawaslu Kapuas Hulu optimis dapat terus memperluas partisipasi masyarakat, merangkul pemilih pemula, serta memperkuat fondasi demokrasi yang berakar pada kearifan lokal di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Kapuas Hulu.