Tiga Strategi Kunci Komunikasi Publik
|
Putussibau, Kapuas Hulu
\n\n\n\n\n\n\n\nBawaslu Kapuas Hulu bersama 13 Bawaslu Kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (2/5) siang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas SDM dengan tema “terampil membuat konten visual yang menarik.” Bimbingan teknis ini di ikuti oleh Ketua Bawaslu Kapuas Hulu Musta’an dan Anggota yaitu Theodorus Lanting, Kariyansyah, Khairu Amru Mujahidin, Haidir beserta Staf humasan, Bawaslu Kabupaten Kapuas Hulu, Robi Nusantara.
\n\n\n\nBimbingan teknis tersebut diselenggarakan melalui aplikasi video daring dengan menghadirkan Tenaga Ahli Bawaslu RI yakni Masykurudin Hafiz yang juga Creator. Adapun salah satukarya dari Masykurudin dapat dilihat melalui akun youtube Cak Maskur. Rapat yang diadakan selama setengah hari ini juga turut di ikuti Ketua Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat Ruhermansyah, dan Anggota yakni Mohamad, Hawad Sriyanto, Syf. Aryana Kaswamayana dan Faisal Riza.
\n\n\n\nSyf. Aryana Kaswamayana, Kordiv SDM dan Datin menyampaikan bahwa kegiatan ini akan bersifat kontinyu dan menjadi bagian dari dukungan Divisi SDM pada Kehumasan.
\n\n\n\n“Kedepan ini akan bersifat kontinyu , jadi ini bagian dari bagaimana kita bisa mensuport Humas, untuk sementara ini SDM memikirkan, nanti Humas mendistribusikan konten yang sudah kita produksi untuk bisa disebarkan di publik,” tutur Aryana. Sementara itu, Masykurudin Hafidz menjelaskan, strategi komunikasi ke publik dengan media sosial terdiri dari tiga cara. Yaitu, riding the wave, global practices dan chalenge.
\n\n\n\nRiding the wave bisa di ibaratakan seperti sedang menempel di gelombang yang sedang viral. Masykur mencontohkan tema berita yang sedang hangat pada saat ini. Yakni keputusan Menteri Agama mengenai keberangkatan haji yang dibatalkan. Keputusan keberangkatan tersebut di tunggu oleh banyak orang. Sebagai youtuber, pria yang memiliki akun dengan nama cakmasykur ini akan mengambil tema tersebut dengan judul Haji dibatalkan.
\n\n\n\nSelanjutnya, Global Practices merupakan cara melihat orang lain bermedia sosial secara lebih luas, bukan dengan cara yang terkesan biasa saja. Sedangkan challenge merupakan cara untuk berkomunikasi dengan publik melalui lomba ataupun membuat give away. Pada akhir penjelasan Mayskur menambahkan bahwa kunci dari berhasil nya kehumasan adalah dengan mempraktikannya.
\n\n\n\n“Selain kita bikin karya, kita menemukan ceruk, bikin judul yang menarik, kita juga harus mempraktikan nya, kalian boleh mengikuti training ribuan kali tetapi tidak ada pelatihan yang berhasil kecuali kalian memulai untuk memperaktekan nya,” jelas masykur saat menutup sesi penjelasan nya.(Rob/Humas)
\n"