Lompat ke isi utama

Berita

Suara Dari Hati Bukan Dari Materi" Raih Juara 2 Lomba Vlog Pengawasan Bawaslu Kalbar"

Suara Dari Hati Bukan Dari Materi" Raih Juara 2 Lomba Vlog Pengawasan Bawaslu Kalbar"
\n

Pontianak, Kalimantan Barat-
Senin, (31/08/2020) Bawaslu Kalbar menyerahkan piala kepada para pemenang lomba vlog pengawasan yang di umumkan pada tanggal 30 Juli 2020 dan di tutup pada tanggal 05 Agustus 2020. Kegiatan penyerahan hadiah bertempat di Sekretariat Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat Jalan S.Parman No. 21 Pontianak, di ikuti oleh kordiv pengawasan dan korsek Bawaslu Kabupaten bersama peserta penerima hadiah.

\n\n\n\n

Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Kalimantan Barat Ruhermansyah. Ia mengatakan bahwa pihak nya sempat merasa kebingungan dalam menilai seluruh video yang dikirimkan oleh para peserta.

\n\n\n\n

Ruhermansyah juga berharap lomba ini akan menjadi agenda tahunan, dan peserta yang mengikuti lomba dapat lebih mencintai indonesia melalui jalur Demokrasi dan bersama Bawaslu melakukan pengawasan.

\n\n\n\n

“Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan, jadi kreativitas adik adik kita lihat sepanjang waktu, harapan tentu kami berharap adik-adik lebih cinta kepada indonesia melalui jalur demokrasi khususnya, bersama bawaslu melakukan pengawasan dan pencegahan praktik pelanggaran terutama politik uang dan politisasi SARA” Ucap Ruhermansyah pada seluruh peserta yang hadir.

\n\n\n\n

Kepala Sekretariat Bawaslu Nashori pada kesempatan nya menyampaikan bahwa ada total 87 Video yang terdaftar namun, hanya 72 Video yang dapat dilakukan penilaian. Adapun 14 video yang lain nya tidak dapat dilakukan dikarenakan terindikasi duplikasi upload.

\n\n\n\n

Berdasarkan peserta per domisili, Kapuas Hulu telah mengirimkan 7 Peserta, dimana Juara 2 Kategori video tingkat Pelajar, diraih oleh Jurnalis Sman 1 Putussibau dengan judul “Suara dari hati bukan dari materi”.

\n\n\n\n

Saat di wawancarai melalui whatsapp, Fajar selaku pembuat video vlog berjudul “Suara dari hati bukan dari materi” menjelaskan, proses pembuatan video dibuat nya bersama Jurnalis Pers Smansa Putussiibau selama 1 (Satu) hari yang dilatarbelakangi oleh adanya proses suap yang dianggap masyarakat Kapuas Hulu sebagai suatu hal yang biasa.

\n\n\n\n

“Proses pembuatanya dilatarbelakangi oleh proses suap yang di anggap masyarakat kapuas hulu sebagai budaya yang biasa terjadi saat pemilu. Oleh sebab itu jurnalis pers Smansa Putussibau mengonsep vidio yang berskenario tertangkapnya tukang suap dan sedikit cuplikannya. Vidio dibuat dalam waktu 1 hari.” Jelasnya.

\n\n\n\n

Lebih lanjut Fajar menjelaskan alasan memilih judul tersebut dimana suara yang dimaksud adalah kesempatan dalam memilih bagi setiap individu, dimana setiap individu tersebut memilih sesuai hati nurani bukan karena materi.

\n\n\n\n

“Suara yang dimaksudkan disini adalah kesempatan memilih. Setiap individu memilih sesuai dengan hati nurani bukan karena materi yang diberikan sebagai stimulus.” Jelas Fajar.
Fajar juga berharap nantinya Jurnalis Smansa akan selalu berpartisipasi dalam event dan ajang resmi lain nya. (Rob/Humas).

\n