Bekali Peserta P2P, Amru Tekankan Pentingnya Lawan Hoaks Pemilu
|
Putussibau, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kapuas Hulu. – Anggota Bawaslu Kapuas Hulu, Khairu Amru Mujahiddin, membawakan materi penting mengenai strategi menangkal berita bohong (hoaks) pemilu, pengenalan struktur pengawas pemilu, serta manajemen tata kelola peningkatan kapasitas aparatur dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kapuas Hulu di Aula Media Center Sekretariat Bawaslu Kapuas Hulu, Sabtu (18/7/2026).
Sesi komprehensif ini diberikan kepada para peserta untuk membekali masyarakat dengan literasi digital yang kuat sekaligus pemahaman mendalam tentang hierarki kelembagaan pengawas pemilu.
Materi penangkalan hoaks menjadi sangat krusial mengingat disinformasi sering kali memicu perpecahan dan mencederai integritas pemilu di ruang digital. Melalui sesi ini, para peserta diajak mengenali pola penyebaran berita palsu, memahami dampak buruknya terhadap demokrasi, serta mempelajari langkah-langkah verifikasi yang cepat dan tepat. Selain itu, pemaparan mengenai struktur pengawas pemilu serta manajemen tata kelola bertujuan agar masyarakat memahami alur koordinasi resmi lembaga, sehingga partisipasi publik dalam mengawal pemilu dapat berjalan secara terstruktur, terarah, dan sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku.
Dalam pemaparannya, Amru menekankan pentingnya peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menyaring informasi yang beredar di tengah publik. "Masyarakat harus cerdas dan kritis dalam menghadapi maraknya berita bohong menjelang pemilu. Di sisi lain, pemahaman terhadap struktur kelembagaan pengawas juga mutlak diperlukan agar sinergi antara masyarakat dan Bawaslu dalam mengawal demokrasi dapat terjalin secara efektif," tegas Khairu di hadapan para peserta yang menyimak dengan antusias.
Melalui pembekalan ini, Bawaslu Kapuas Hulu berharap para peserta P2P mampu menjadi agen literasi digital yang menyebarkan informasi benar di lingkungan sekitarnya. Kombinasi antara kemampuan menangkal hoaks dan pemahaman tata kelola kelembagaan diyakini akan melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang tangguh. Sinergi yang kuat antara masyarakat yang cerdas digital dan kelembagaan Bawaslu yang profesional tentu menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, damai, dan bermartabat di wilayah Bumi Uncak Kapuas.
Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Kapuas Hulu.